A Penyuluhan Efek Pemaparan Obat Nyamuk Bakar 10 Jam terhadap organ paru di Kampung Mariuk Desa Maripari Kabupaten Garut

Penulis

  • Sugiah STIKes Karsa Husada Garut
  • Gina STIKes Karsa Husada Garut
  • N. Ai Erlinawati STIKes Karsa Husada Garut
  • Herlin STIKes Karsa Husada Garut
  • Astari STIKes Karsa Husada Garut

DOI:

https://doi.org/10.33482/ddk.v3i02.50

Kata Kunci:

Nyamuk, Obat Nyamuk Bakar , Organ Paru

Abstrak

Indonesia termasuk daerah beriklim tropis dan sangat cocok sebagai tempat habitat bagi nyamuk untuk berkembang biak. Usaha-usaha yang dilakukan masyarakat untuk menanggulangi nyamuk salah satunya menggunakan obat nyamuk bakar 10 jam yang beredar dipasaran dan supermarket terdekat, obat nyamuk bakar 10 jam menjadi pilihan masyarakat yang sangat popular dikarenakan mudah didapat dan harga nya sangat murah jika di bandingkan dengan obat nyamuk semprot ataupun obat nyamuk listrik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya penggunaan obat nyamuk bakar yang berlebihan terhadap organ paru manusia. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Mariuk, Desa Maripari, Kecamatan Sukawening-Garut dengan melibatkan ibu PKK beranggotakan 30 orang peserta. Hasil evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa pengetahuan partisipan mengenai bahaya penggunaan obat nyamuk bakar 10 jam meningkat setelah penyuluhan dilakukan.

Biografi Penulis

Sugiah, STIKes Karsa Husada Garut

Program Studi D3 Analis Kesehatan

Gina, STIKes Karsa Husada Garut

Prodi D3 Analis Kesehatan

N. Ai Erlinawati, STIKes Karsa Husada Garut

Prodi D3 Analis Kesehatan

Herlin, STIKes Karsa Husada Garut

Prodi D3 Keperawatan

Astari, STIKes Karsa Husada Garut

Prodi D3 Analis Kesehatan

Diterbitkan

12-12-2022

Cara Mengutip

SUGIAH, S., Gina, G. N. M., N. Ai, N. A. E., Herlin, H. R., & Astari, A. N. (2022). A Penyuluhan Efek Pemaparan Obat Nyamuk Bakar 10 Jam terhadap organ paru di Kampung Mariuk Desa Maripari Kabupaten Garut. Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI, 3(02), 72–76. https://doi.org/10.33482/ddk.v3i02.50

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>