SOCIALIZATION AND ASSISTANCE OF THE HEALTHY LIVING COMMUNITY MOVEMENT PROGRAM FOR HEALTH CADRES AND DIABETES MELLITUS SUFFERERS IN THE in the PURBARATU PUSKESMAS AREA, TASIKMALAYA CITY

Penulis

  • Asep Riyana Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
  • Unang Arifin Hidayat Poltekkes Tasikmalaya
  • Dudi Hartono Poltekkes Tasikmalaya
  • Asep Kuswandi Poltekkes Tasikmalaya
  • Arip Rahman Poltekkes Tasikmalaya

DOI:

https://doi.org/10.33482/jdk.v5i2.141

Abstrak

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian. GERMAS dapat dilakukan dengan cara: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban. Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin. 

Tiga kegiatan tersebut dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga, dilakukan saat ini juga, dan tidak membutuhkan biaya yang besar, tutur Menkes.
GERMAS merupakan gerakan nasional yang diprakarsai oleh Presiden RI yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat. Untuk menyukseskan GERMAS, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja.

Pemberdayaan masyarakat penderita Diabetes Melitus di wilayah PKM Purbaratu merupakan upaya fasilitasi, agar warga mengenal masalah yang dihadapi, merencanakan dan melakukan upaya pemecahannya dengan memanfaatkan potensi  sesuai situasi, kondisi dan kebutuhan setempat. Upaya fasilitasi tersebut diharapkan pula dapat mengembangkan kemampuan warga masyarakat untuk menjadi perintis/ pelaku dan pemimpin yang dapat menggerakkan masyarakat berdasarkan asas kemandirian dan kebersamaan. Kegiatan yang dilakukan dalam sosialisasi Germas lebih diutamakan dalam hal pelayanan promotif (peningkatan kesehatan) dan preventif (pencegahan), tanpa mengabaikan aspek kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan kesehatan), yang dilandasi semangat gotong royong dengan pembinaan oleh Puskesmas setempat.. Berdasarkan hal tersebut Prodi DIII Keperawatan merasa perlu untuk melakukan mensosialisasikan Gerakan Masyarakat hidup sehat dengan melaksanakan pembinaan wilayah khususnya pada kader kesehatan dan  penedrita DM di Wilayah Puskesmas Purbaratu Kota Tasikmalaya.

Biografi Penulis

Asep Riyana, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Jurusan Keperawatan

Unang Arifin Hidayat, Poltekkes Tasikmalaya

Jurusan Keperawatan

Dudi Hartono, Poltekkes Tasikmalaya

Jurusan Keperawatan

Asep Kuswandi, Poltekkes Tasikmalaya

Jurusan Keperawatan

Arip Rahman, Poltekkes Tasikmalaya

Jurusan Keperawatan

Referensi

Akmal.(2013) ,Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Skabies di Pondok Pendidikan Islam Darul Ulum,Palarik Air Pacah,Kecamatan Koto Tengah Padang jurnal.fk.unand.ac.id diunduh pada tanggal 22 februari 2016 pukul 19.00 WIB

Afraniza Y. (2011). Hubungan Antara Praktik Kebersihan Diri Dan Angka Kejadian Skabies Di Pesantren Kyai Gading Kabupaten Demak 2011. Diunduh Pada Tanggal 06 Juni 2016 Pukul 13.00 WIB

Anderto (2015). Penyakit Menular di Sekitar Anda. Jakarta :Pustaka Ilmu Semesta

Djuanda. A.( 2017). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi kelima, cetakan kedua. Jakarta : FKUI

Erlinawati, N. A., Perceka, A. L., Rusyani, H., Huda, T., & Awaludin, A. A. (2024). The Impact of Ginger Compresses on Alleviating Rheumatic Discomfort Intensity in the Older Individuals at the Social Protection House. International Journal of Integrative Sciences, 3(5), 483-498.

Ghraham & Brown .(2016) . Dermatologi .Jakarta : Erlangga

Jauharil MW.(2016).Tingkat Pengetahuan Santri Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Tentang Skabies. Diunduh Pada Tanggal 08 Juni 2016 Pukul 16.30 WIB

Kemenkes. 2016. Pemerintah canangkan germas. http://www.depkes.go.id/article/view/16111600003/pemerintah-canangkan-gerakan-masyarakat-hidup-sehat-germas-.html#sthash.10lZb0G6.dpuf. Diunduh tanggal 07 Maret 2017.

Kemenkes. 2016. Germas wujudkan Indonesia sehat. http://www.depkes.go.id/article/view/16111500002/germas-wujudkan-indonesia-sehat.html#sthash.paFB2NYp.dpuf. Diunduh tanggal 07 Maret 2017.

Kusnadi, E., Widadi, S. Y., Awaludin, A. A., Perceka, A. L., Ritonga, S. N., & Purwanto, N. S. F. (2024). Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Pelatihan Antropometri di Wilayah Kerja Puskesmas

Wanaraja Kabupaten Garut. Abdimas Galuh, 6(1), 117-126.

Muhammad, B. R. M. B. R., Alfiyansyah, R. A. R., & Perceka, A. L. P. A. L. (2024). INCREASING COMMUNITY KNOWLEDGE ABOUT HYPERTENSION WITH A DIRECT EDUCATION PROGRAM AS AN EFFORT TO IMPROVE COMMUNITY HEALTH STATUS. Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI, 5(2), 58-63.

Pusdiklatnakes. 2017. TOT Keluarga Sehat.

Khrisna.(2013) Mengenai Keluhan Anda : Info Kesehatan Untuk Pasien . https://books.google.co.id/ diunduh pada tanggal 24 februari 2016 pukul 20.00 WIB

Khotimah. K. 2016. Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Skabies di Pondok Pesantran Nurul Hikmah Jatisawit Bumiayu Brebes. Skripsi. Semarang. UNDIP. https://www.google.co.iddiunduh pada

tanggal 25 februari 2016 Pukul 00.00 WIB

Ratna ina,dkk.(2013) Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku santri di Pondok Pesantren Sukahideung Kabupaten Tasikmalaya periode Januari-Desember 2013.

Paramita. N.(2016). Tingkat Pengetahuan Santri Terhadap Penyakit Skabies Di Pondok Pesantren Darularafah Raya. Tersedia di : http://repository.usu.ac.id. Diunduh pada tanggal 08 Juni 2016 pukul 13.00 WIB

Rohmawati RN.(2010). Hubungan Antara Faktorpengetahuan Dan Perilaku Dengan Kejadian Skabies Di Pondok Pesantren Al-Muyyad Surakarta. Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2010. Diunduh pada tanggal 06 Juni 2016 pukul 22.00 WIB

Scabies IaftCo. Scabies :International Aliance for the Control Scabies :2014. Tersedia di : http://www.controlscabies.org/about-scabies/ . Diunduh tanggal 20 Februari 2016 pukul 18.30 WIB

Setyowati.dwi (2014). Hubungan Pengetahuan Santriwati Tentang Penyakit Skabies Dengan Perilaku Pencegahan Penyakitskabies Di Pondok Pesantren. Di unduh pada tanggal 21 juli 2016 pukul 16.30 WIB

Street A. Scabies : World Health Organization (WHO);2014. Tersedia dari http://www.who.int/neglected_disease/disease/en/. Diunduh tanggal 20 Februari 2016 pukul 16.00 WIB

Wulandari T.dkk.(2013). Gambaran Tingkat Pengetahuan Santri Tentang Cara

Penularan Dan Pencegahan Skabies Di Pesantren As’ad Jambi. Tersedia di : http://repository.usu.ac.id. Diunduh pada tanggal 06 Juni 2016 pukul 09.00 WIB

Diterbitkan

10-12-2024

Cara Mengutip

Asep Riyana, Unang Arifin Hidayat, Dudi Hartono, Asep Kuswandi, & Arip Rahman. (2024). SOCIALIZATION AND ASSISTANCE OF THE HEALTHY LIVING COMMUNITY MOVEMENT PROGRAM FOR HEALTH CADRES AND DIABETES MELLITUS SUFFERERS IN THE in the PURBARATU PUSKESMAS AREA, TASIKMALAYA CITY. Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI, 5(2), 69–73. https://doi.org/10.33482/jdk.v5i2.141